OPT Padi atau organisme pengganggu tanman Padi, sering dikeluhkan petani ketika masa tanam sudah di mulai, biasanya OPT menyerang tanaman padi ketika masa tanam memasuki 2 bulan, atau bisa lebih pagi padi dengan umur 6 bulan, dan di desa sinargalih masyarakat menanam padi lokal, yang umur panennnya samapai 6 bulan, dan musim tanam di desa sinargalih mengikuti aturan adat yaitu satu musim tanam.
pada bulan ke dua biasanya petani sudah melakukan pembersihan pada tanaman padi. pada msa ini biasanya sesudah di bersihkan rentan terhadap serangan OPT.
Hasil Pengamatan OPT di desa sinargalih Oleh MTD, secara mayoritas desa sinargalih tidak terserang penyakit, atau OPT semisal Bereng dan menong,a tau siputih, hanya dari beberapa titik sampel lokasi yang dijadikan pengamatan, petani menerangkan bahwa sempat pada masa benih terserang OPT, tetapi setelah di tanam akhirnya tidak muncul lagi.
Kesempatan mengamati OPT juga di manfaatkan untuk menggali informasi tentang bagaimana pengelolaan tanaman padi di wilayah sinargalih menurut kebiasaaan petani, dan hasilnya cukup mengesankan.
Hasil wawancara tentang cara olah tanah dan pemeliharaan yang dilakukan ternyata tidak terlalu istimewa jika dibandingkan dengan daera dengan masa tanam 2 atau tiga kali, misalnya penggunaan TCP atau pupuk dasar hanya di lakukan satu kali saja, tidak ada penanganan OPT karena tiap tahun tak pernah terserang, pembersihan atau ngarambet kata petani, dilakukan sekali saja, ini jauh terbalik dengan daerah dengan masa tanam 2 atau tiga kali.
Hal ini juga membuktikan bahwa minimnya penggunaan pupuk kimia meminimalisir serangan dari OPT, dan MTD meyakini kunci sukses dari masa tanam satu kali adalah dari minimnya penggunaan kimia, disamping aturan adat yang ketat, soal bagaimana memperlakukan tanaman padi itu sendiri.


