Cibeber, Pertanian cibeber patut berbangga diri, dimana potensi pengembangan sayuran dengan teknik tanam organik bisa dilakukan di daam lahan yang sempit, jika di perkotaan bisa menggunakan teknik hydroponik, tapi di perkampungan, hydroponik belum saatnya. alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan teknik organik dengan media tanah pollybag.
Baru-baru ini Pemuda cibeber yang mengembangkan teknik ini dilahan yang ukurannya tidak terlau besar hanya di lahan 2 x 2 m, dilakukan pengembangan tanaman sawi dan letes.
Pengembangan sayuran organik ini sudah digeluti pemuda cibeber selama satu tahun ini. dia menjelaskan awalnya saya melihat kondisi di kp. cibeber ini maysrakatnya konsumtif sekali. apapun sayuran yang di jual di sini pasti ada saja yang beli. dari sini saya coba survey ke masyarakat ketika hari jum'at yang memang rutinitas masyrakatnya petani ketika jum'at ada pengajian yang biasa dijadikan pasar kampung.
Saat survey saya lihat banyak sayuran yang dijual dari mulai kangkung, sawi, genjer, daun singkong. semuanya tetap di beli oleh masyarakat. saya coba berfikir kenapa maysarakat cibeber sangat konsumtif, padahal jika mereka mau tanah darat di lahan pertnaiannya bisa di tanam sayuran mereka tak perlu beli. tapi dari situ akhirnya saya mengambil peluang untuk mencoba memberi contoh dilahan yang sempit saya budidayakan sawi dan letes, selama setahun ini saya coba kembangkan dengan membuat pembenihannya juga agar bisa simultan.
dari dari situlah saya mengembangkan letes agar masyarakat di cibeber juga mau mencoba membuat lahan pekarangan mereka. soal biaya dan benih, itu kan ada dari PKK. biasanya setiap tahun ada anggran lahan pekarangan di PKK. tinggal minta saja di POKJA nya agar di urus.
dari peluang ini saya bisa memperlihatkan pada petani di cibeber bahwa tak harus modal besar, cukup kemauan saja. untuk sayuran bisa dinikmati sendiri, dan akhirnya saya juga bisa menjual hasil produksninya.


Comments