Sinargalih, April 2018 kembali bergeliat, kali ini MTD sinargalih melakukan kunjangan lapangan ke wilayah palangaran desa sinargalih, pada bulan sebelumnya, MTD juga sempat melakukan kunjungan lapangan ke lokasi yang sama, dan hanya ada lahan untuk perkebunan timun panah merah, memang pada bulan sebelumnya MTD menyempatkan untuk melakukan wawancara dengan pemilik perkebunan timun panak merah, Bapak Ucok, yang lebih dikenal di desa sinargalih dengan panggilan bos ucok, saat proses wawancara MTD dan bos ucok sempat memperbincangkan bagaimana potensi pertanian dan perkebunan di desa sinargalih kedepan.
Awalnya MTD sempat menanyakan bagaimana bos ucok di usia yang masih relatif muda mau terjun ke pertanian, padahal image pertanian sebelumnya di desa ini susah sekali dikembangkan. dan kesadaran masyarakat untuk bertani susah diarahkan meskipun lahan disini sangat tebuka dan luas, di tanyakan soal motivasi bertani ini bos ucok memaparkan, "sebetulnya saya bukan petani asli, bukan juga orang yang paham tentang pertanian, saya masyarakat biasa yang bergantung pada pertambangan awalnya untuk ekonomi keluarga, awalnya dimulai saat tahun lalu, dimana saya melihat tayangan di televisi tentang meroketnya harga cabai rawit di pasaran yang mencapai Rp. 90.000, kemudian saya berfikir andai saat itu saya punya 10.000 tanaman cabai sudah berapa keuntungan saya. dari situ kemudian saya mencoba mencari tahu bagaimana cara budidaya cabai ke petani yang ada di daerah pertanian, seperti daerah sukabumi, kebetulan memang saya punya saudara yang aktif dalam pertanian di daerah sana. dari situ kemudian saya memfokuskan kepada cabai keriting untuk dijadikan uji coba awal di sini, dan hasilnya 2000 batang cabai saya tanam di lahan yang dekat dengan pemukiman, setelah memasuki masa panen, sampai hari ini modal untuk 2000 tanaman cabai keriting tersebut sudah mencapai Rp. 8.000.000 besar memang, karena posisi saya sebaai pemodal saja, semua dikerjakan oleh petani lokal, saya hanya membimbing bagaimana cara bertani dan modal saja. dan sampai saat ini hasil dari penjualan cabai keriting kurang lebih sudah Rp. 17.000.000. sementara perkiraan saya tanaman untuk 2000 batang ini seharusnya hasil produksinya mencapai 1,2 ton. atau lebih. dari sinilah kemudian saya memutuskan untuk fokus ke pengembangan cabai keriting di daerah ini. sekarang juga seperti yang mantri lihat dan mungkin pernah mendampingi pegawai saya dikebun, saya menanam 17.000 batang cabai keriting, dan sekarang sudah memasuki masa panen, kalkulasi saya meskipun sempat diawal saya pesimis karena sempat diserang iklim ekstrim dan penyakit, saya yakin masih akan ada keuntungan dari hasil produksinya.
kemudian ada tawaran pengembanhan timun panah merah, saya juga melakukan uji coba 1 paket di sini, jika berhasil saya akan tambah jika tidak mungkin saya akan fokus ke cabai aja tri. demikian pernyataan bos ucok kepada mantri tani.
Sementara itu MTD memberikan apresiasi kepada bos ucok dengan terus menyemangati agar terus melakukan perluasan lahan untuk cabai keriting, saran saya bos ucok fokus pada cabai aja, tinggal bos ucok perbaiki dengan penerapan teknologinya, seperti pakai mulsa, ini kan sekarang yang 17.000 tidak di mulsa sehingga modal pembersihan bengkak, nah kedepan setelah panen semua gunakan mulsa saat tanam lagi. sementara untuk timun, kita lihat hasil panen tanam ke satu nanti, jika memang dirasa kurang hasilnya, kita bisa alihkan ke cabai lagi, tetapi memang lebih baiknya ada pergantian ke tanaman lain, misal tomat, terong, dan sayuran lainnya jadi lahan yang sama kalau bisa diganti jenisnya jika sudah panen agar proses dalam tanah juga mampu beradaptasi, karena tiap tanaman beda perlakuannya.
Dari situ kemudian tindakan yang dibuat bos ucok sekarang adalah memperluas lahan untuk cabai keriting, yang ada di dekat timun panah merah. dari sini kemudian Info tani bisa menilai bahwa geliat pertanian di desa sinargalih akan terus berkembang, seiring dengan adanya kesadaran dari Pemegang modal akan potensi besar daerahnya, dan juga petani lokal juga akan terbantu baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi ilmu pertanian, dan keberadaan Penyuluh dalam hal ini MTD sangat penting di setiap wilayah agar kesadaran masyarakat untuk mengembangkan pertanian tentunya semakin kuat. bahkan harapan dari MTD sinargalih ingin menjadikan desa sinargalih sebagai centra pertanian kecamatan cibeber, kepada info tani MTD menyebutkan, kami desa sinargalih punya potensi untuk menjadi centra pertanian dan perkebunan di kecamatan cibeber, lahan kami luas, masyarakat kami mayoritas petani, teknologi pertanian terbuka. irigasi ada, jadi modalnya sudah ada. tinggal kita tunggu saja, 3 - 4 tahun kedepan, jika tidak bisa jadi centra pertanian, setidaknya kami akan punya satu komoditas unggulan di wilayah cibeber saat ini yaitu komoditas perkebunan cabai keriting, dan kami juga mohon kerjasama dan bantuannya dari semua pihak agar terus mendorong desa sinargalih untuk mewujudkan centra pertanian


Comments