Gunung wangun Mulai tanam kedua pasca panen awal sebelum menjelang puasa ramadhan. Diketahui jika wilayah Gunung wangun sebagian besar masih terikat dengan adat istiadat kasepuhan. dimana aturan adat mengharuskan setiap kegiatan pertanian yang berhubungan dengan pangan khususnya padi biasanya mengikuti arahan dari kasepuhan.
Berbeda dengan desa lain yang masih terikat dengan aturan adat, Gunung wangun dulunya juga sama masih mengadopsi adat dalam teknis penanaman padi, semenjak penyuluhan pertanian masuk ke kecamatan dan di sebarnya beberapa penyuluh ke wilayah adat, sedikit demi sedikit aturan adat bisa mengadosi tanpa menghilangkan adat istiadat yang memang sudah berlaku sejak ratusan tahun di wilayah kasepuhan.
Diketahui desa yang berada di wilayah selatan kecamatan ciebebr sebagian besar hanya melaksanakan masa tanam padi sekali saja, ini karena mengikuti aturan adat, namun demikian pesatnya teknologi pertanian dan kebutuhan ekonomi masyarakt, beberapa petani yang sudah meregenerasi menerima masa tanam dua kali. tanpa menghilangkan adat tentunya. biasanya hanya petani baru dan petani yang berada diluar wilayah saja yang menadosi masa tanam dua kali.
Meski demikian ikut sertanya Petani di Gunung wangun untuk mau melakukan masa tanam dua kali disambut gembira oleh MTD yang membina desa tersebut. Mistrayudin, MTD yang ebrtugas, keberhasilan MTD di wilayah adat seperti ini adalah adanya perubahan sedikit demi sedikit, target kami sebagai penyuluh bukanlah ukuran tonase padi, kami di wilayah adat tak akan mencapi target pangan, kami hanya berharap petani mau menerima dan mengadopsi teknologi pertanian untuk membantu pertanian petani. itu adalah keberhasilan besar, seperti kali ini meski di wilayah adat, tapi ada petani yang mau menanam padi dua kali, ini keberhasilan besar bagi penyuluh, selain itu juga penerapan teknilogi juga kami berikan penyuluhannya pada petani.ujar MTD.

Comments