Sambangi PERUM PERHUTANI, MTD Mekarsari Sampaikan Kerjasama Wisata Hutan


Perum. Perhutani merupakan salah satu lembaga ekonomi yang bernaung di bawah pemerintah, dalam hal ini Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, salah satu BUMN Perhutani ini ada di wilayah Desa Mekarsari, dengan aset negara yang di kelola adalah perkebunan pinus, dimana Perum. Perhutani melakukan penanaman pinus untuk diambil getahnya, sebagai bahan baku.

Di temui di sela-sela kerjanya Ketua pengelolanya, KRPH Perhutani Desa Mekarsari Pak Komar, menjelaskan bahwa di desa mekarsari ini pengambilan getah pinus sudah memasuki 2 tahun berjalan, artinya memang proses perhutani melakukan investasi pada lahan ini cukup lama, karena ini milik pemerintah maka inevestasi ini jangka panjang.

Selain itu, pemanfaatan lahan perhutani yang selama ini tidak diketahui oleh masayarakat, juga bisa diakses melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan atau LMDH, dan di setiap kawasan perhutani pasti ada LMDH sebagai jembatan masyarakat untuk bisa berpartisipasi dan kerjasama dengan Perhutani. hal ini di sampaikan oleh KRPH kepada info tani, yang disaat yang sama juga ada MTD yang berkunjung ke lahan perhutani. 

Dalam kunjungannya MTD menjelaskan bahwa kunjungannya kali ini, untuk silaturahmi dan diskusi dengan perhutani tentang kawasan perhutani, karena kita tahu bahwa petani kita banyak memanfaatkan lahan perhutani untuk di jadikan lahan pertanian sehingga kita perlu tahu asal muasalnya, agar kedepan tidak terjadi miss atau konflik antara masyarakat dengan perhutani.

Setelah berdiskusi dan membicarakan tentang perhutani dan pertanian desa, kemudian MTD dan KRPH bersepakat kedepan untuk menjalin kerjasama bidang wisata, untuk desa. KRPH menjelaskan, kami siap kerjasama jika desa mau mengembangkan wisata hutan ini, demi kemajuan desa, sehingga masyarakat bisa mengambil manfaat ekonomi dari wisata kedepannnya. kami siap kerjasama ujarnya. MTD yang sempat menanyakan potensi wisata pun mengucapkan apresiasi kepada perhutani, jika perhutani mau bekerjasama untuk mengembangkan wisata hutan pinus di desa mekarsari ini, adapun pengelolaannya bisa melalui LMDH yang sudah ada ucapnya.

Diskusi tentang membangun wisata hutan dan pertanian ini disambut keduanya, hadir juga disela diskusi Pak Tamrin yang merupakan petugas dari Perhutani yang kebetulan berdomisili di desa mekarsari, menambahkan bahwa perhutani juga butuh tenaga kerja untuk melakukan sadap, atau proses pengambilan getah selama ini perhutani mendatangkan pekerja dari luar desa, bahkan dari wilayah jawa, pribuminya belum ada, kita harapkan kedepan pribumi ada yang mau. masa orang jawa aja rela kesini hanya untuk menyadap getah, pribuminya gak mau. padahal upahnya lumayan ungkapnya. 

Comments