Kekeringan DI Mekarsari Masuki Tahap Menengah Gejala PUSO


Puso merupakan keadaan dimana suatu pertanaman tidak menghasilkan dikarenakan kerusakan yang disebabkan oleh OPT (organisme pengganggu tumbuhan) dan dampak perubahan iklim atau yang sering disingkat dengan DPI antara lain: Banjir, Kekeringan, tanah longsor, gunung meletus, angin kencang dan lain-lain yang termasuk bencana 

Mekarsari terkena Gejala PUSO sejak memasuki bulan ramadhan, yang di sebabkan oleh musim kemarau panjang, puncaknya, memasuki pertengahan juli 2019, di desa mekarsari beberapa lahan tanaman padi sawah yang menerapkan pola tanam ke dua sudah mulai terindikasi puso tahap menengah, dalam artian jika dalam waktu 1 sampai dengan 2 bulan kedepan tidak ada hujan maka sudah bisa di pastikan akan terkena PUSO semua.

Penjelasan ini di sampaikan oleh MTD yang langsung melihat ke lapangan, MTD menyampaikan bahwa setiap minggunya kita datang ke lapangan melihat kondisi yang ada, apakah ada perubahan atau tidak, Meskipun kita prediksikan akan terjadi PUSO tapi setidaknya, ada saja petani yang mengusahakan sawahnya di aliri air dengan beberapa sistem pengairan, ada yang menggunakan pompa juga, namun itu hanya berlaku beberapa hari, mengingat kondisi lahan yang terkena dampak kekeringan cukup luas, dan daya jangkauan pompa terbatas.

Hal senada juga disampaikan POPT yang datang ke lapangan meninjau, sejauh ini lahan yang terkena dampak PUSO akibat OPT dan Kekeringan sesuai laporan yang disampaikan MTD adalah berkisar 6 ha, dimana sebarannya, 5 ha di cibeber dan 1 ha di ciladu, mengingat memang kedua blok ini yang melakukan pola tanam ke dua padi sawah.

POPT menambahkan kita fasilitasi laporan ini dan akan di tindak lanjuti melalui laporan UPT pertanian Kecamatan, nantinya kita upayakan ada program yang membantu petani menyelesaikan masalah PUSO ini kedepannya.



Comments